puisi
Begadang
angin masih bertiup...
enggan.. dari sepoi hingga berderak
bulan semula mengintip... lalu berayun dan melompat-lompat diantara bayang-bayang dedaunan, pohon
bintang memancarkan kelabunya... lalu tersenyum mengalahkan petromaks jalanan
ini masih kampung, daerah pelosok
dimana katak berdendang bersama jangkrik...
dan kelelawar berhambur tanpa takut celaka
dan meski rumah telah sunyi...
masih ada gemerlap tangis
dari seonggok daging.. yang meratap
dan menatap, mengharap kasih Illahi...
aku begadang...
hingga tubuh ini tak bisa begadang...
tertelan embun pagi, dan sayup-sayup mati..
Senin, 12 April 2010
Label:
cacil:puisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar