Jumat, 16 April 2010

puisi

bibir

dalam derap waktu
masih saja kau gigit bibirmu, seolah itu karet mainanmu saja..
kulihat lagi...
masih terpaku, pada ujung dinding itu..
membatasi kepanikan dengan doa...
tetap menggigit bibir..


tiba-tiba saja...sebuah sahutan merekah
hei.. takkah kau rasakan, asinnya darah..
lihat... itu masih ada... sekilas seperti titik..
disana.. pada bibir itu
dan kau biarkan

ya biarkan... karena ini akan menjadi luka
dan mungkin bisa berubah
menjadi sariawan, atau bibir yang bolong???...

Tidak ada komentar: